
Seperti Bu Iim yang sudah berusia 57 tahun tetapi ia setiap hari merawat anaknya yang disabilitas.
Bu Iim dan anak-anaknya tinggal di Desa Banjarsari, Pangalengan. Beliau seorang ibu yang tak kenal lelah berjuang. Bu Iim (57 tahun) bekerja sebagai buruh pabrik teh dengan penghasilan tak menentu, hanya 200 ribu per bulan, tergantung panggilan kerja.
Upah yang kecil ini harus ia bagi untuk biaya listrik, makan sehari-hari, dan kebutuhan anaknya yang istimewa, Anita Fauziah (18 tahun), penderita cerebral palsy sejak lahir.

Sejak suaminya meninggal pada tahun 2018, Bu Iim berjuang sendirian. Setiap hari, ia berangkat bekerja, meninggalkan Anita yang hanya bisa terbaring di kasur, dijaga oleh kakaknya.
Anita tidak bisa bergerak bebas, hanya bisa menggerakkan tangan, dan sulit berbicara. Ia membutuhkan perawatan ekstra, termasuk susu, obat-obatan, pampers, serta terapi.
Namun, biaya terapi yang mahal membuat Anita tidak bisa melanjutkan pengobatan. Mobilitas terbatas karena jarak ke rumah sakit cukup jauh.

Bu Iim ingin memulai usaha kecil di rumah agar bisa tetap menjaga Anita dengan tenang.
Modal usaha kecil ini akan sangat membantu Bu Iim untuk bangkit dari keterbatasan. Dengan usaha ini, Bu Iim tak lagi harus meninggalkan Anita terlalu lama, dan Anita bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Mari Bersama Wujudkan Harapan Bu Iim!
Patungan modal usaha untuk Bu Iim sekarang!
![]()
Menanti doa-doa orang baik