
Kabar pilu kembali menyelimuti ranah Minang. Menjelang akhir November 2025, Sumatera Barat dihantam rangkaian bencana hidrometeorologi yang luar biasa hebat. Hujan lebat yang turun tanpa henti serta cuaca ekstrem memicu banjir bandang, longsor, hingga terpaan angin kencang yang menyapu berbagai wilayah dalam waktu singkat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari setelah 13 Kabupaten/Kota terdampak secara bersamaan
mulai dari Padang Pariaman, Agam, Kota Padang, hingga Pasaman Barat.
Kondisi di Lapangan Sangat Mengkhawatirkan:
🌊 Padang Pariaman: Menjadi kawasan paling parah terdampak. Lebih dari 3.000 rumah terendam, dan ribuan warga terpaksa mengungsi di tengah malam dalam keadaan panik dan basah kuyup.
⛰️ Agam & Bukittinggi: Jalur transportasi utama lumpuh total akibat timbunan material longsor. Di Agam, beberapa warga dilaporkan hilang setelah terseret derasnya banjir bandang.
🚧 Kerusakan Infrastruktur: Jembatan runtuh, lahan pertanian rusak, dan sejumlah area terisolir menyulitkan upaya penyelamatan serta distribusi bantuan.
Saat ini, ribuan saudara kita bertahan di posko pengungsian dengan fasilitas yang sangat terbatas. Mereka menggigil kedinginan, kelelahan, dan mengalami trauma berat. Bantuan mendesak yang sangat dibutuhkan meliputi:
Makanan siap konsumsi & air bersih
Selimut dan alas tidur
Obat-obatan serta perlengkapan bayi
Alat kebersihan untuk membersihkan rumah pascabencana
Jangan biarkan mereka menghadapi cobaan ini sendirian. Ulurkan bantuan, sebarkan kehangatan, dan jadilah bagian dari upaya memulihkan kembali harapan di Ranah Minang.
![]()
Belum ada Fundraiser